Desain bukan hanya tentang membuat sesuatu “terlihat cantik”. Ini adalah tentang Rekayasa Visual. Selama puluhan tahun, para ilmuwan telah menggunakan teknologi eye-tracking untuk mempelajari bagaimana orang melihat website. Mereka menemukan bahwa kita memindai halaman dalam pola yang sangat spesifik dan terprediksi.
Jika Anda meletakkan pesan utama di luar pola ini, audiens Anda secara efektif akan menjadi “buta” terhadap pesan tersebut.
Pola “F” dan Pola “Z”
Tergantung pada jumlah teks, pengguna umumnya mengikuti salah satu dari dua rute ini:
- Pola F: Umum untuk hasil pencarian dan halaman yang padat teks. Pengguna membaca baris horizontal atas, lalu baris kedua yang lebih pendek di bawahnya, kemudian memindai sisi kiri halaman secara vertikal.
- Pola Z: Ideal untuk landing page dengan teks minim dan satu tujuan jelas. Mata bergerak dari kiri-atas ke kanan-atas (Header), lalu diagonal ke kiri-bawah, dan kemudian horizontal ke kanan-bawah (tempat CTA berada).
Memecah Pola untuk Kesuksesan
Kunci dari konversi tinggi adalah mengetahui kapan harus mengikuti pola dan kapan harus Memecahnya.
- Arah Tatapan: Jika Anda menggunakan foto orang, pastikan mereka menatap ke arah headline atau tombol CTA Anda. Mata pengguna akan secara otomatis mengikuti tatapan mereka.
- Kontras Warna: Gunakan warna yang “mencolok” pada latar belakang yang “tenang” untuk menangkap mata pada momen yang tepat saat Anda ingin mereka bertindak.
- Negative Space (Ruang Kosong): Berikan ruang bagi pesan utama Anda untuk “bernapas”. Keruwetan adalah musuh dari fokus.
Penempatan Itu Penting
Pesan paling penting Anda—Value Proposition Anda—harus berada di kiri-atas atau tengah-atas dari area “Above the Fold”. Di sanalah setiap perjalanan pengguna dimulai.
Kesimpulan
Dengan mendesain untuk mata manusia, Anda membuat landing page Anda terasa mudah digunakan. Ketika jalan menuju informasi sudah jelas, jalan menuju konversi pun menjadi tak terelakkan.
Apakah pesan utama Anda terabaikan? Dapatkan Audit Hirarki Visual atau Desain Ulang Alur Halaman Anda.