Inilah kenyataan pahitnya: Halaman “Tentang Saya” Anda seharusnya justru lebih banyak bercerita tentang klien Anda.
Ini adalah paradoks dari personal branding. Pengunjung mengunjungi halaman “About” untuk melihat apakah Anda cocok dengan mereka, tapi apa yang sebenarnya mereka cari adalah cerminan dari masalah mereka sendiri yang bisa Anda pecahkan.
Perjalanan Pahlawan (Dengan Anda sebagai Pemandunya)
Dalam kisah portofolio Anda, klien adalah Pahlawannya (The Hero). Anda adalah Pemandunya (seperti Yoda atau Gandalf).
- Akui Masalah Mereka: Mulailah dengan menunjukkan bahwa Anda memahami tantangan yang mereka hadapi.
- Perkenalkan Keahlian Anda: Jelaskan bagaimana Anda telah mengatasi tantangan ini untuk orang lain. Di sinilah kredibilitas Anda berperan.
- Elemen Manusia: Bagikan detail personal yang relevan. Mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan? Ini membangun faktor “Kenal, Suka, dan Percaya.”
Tes “Memangnya Kenapa?” (The “So What?” Test)
Setiap kalimat di bio Anda harus lolos tes “Memangnya Kenapa?”.
- Buruk: “Saya sudah mendesain selama 10 tahun.” (Memangnya kenapa?)
- Baik: “Dengan pengalaman desain selama 10 tahun, saya tahu cara membuat tata letak yang melipatgandakan tingkat konversi leads Anda.” (Nah, ini baru menarik!)
Akhiri dengan Undangan
Jangan biarkan halaman “About” berakhir begitu saja. Setelah pembaca mempelajari kisah Anda dan mempercayai keahlian Anda, berikan mereka langkah selanjutnya yang jelas. Arahkan mereka ke studi kasus terbaik Anda atau ke formulir kontak.
Kesimpulan
Kisah Anda adalah jembatan antara masalah klien dan solusi Anda. Ketika Anda menulisnya dengan memikirkan kesuksesan mereka, brand pribadi Anda menjadi aset yang tak tertahankan.
Kesulitan menulis bio Anda sendiri? Dapatkan Bantuan Copywriting Profesional atau Unduh Template Bio kami.